Kecamatan Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu. Yang jaraknya sekitar 173 km atau 3 jam 38 menit
tanpa macet, dan atau 4 jam 190 km melalui jalan santo fidelis. Sedangkan jarak
dari Pontianak kesuhaid melalui jalan darat sekitar 15 jam tanpa kendala atau sedangkan
jika kamu melalui jalan air dengan kendaraan motor bandung kamu memerlukan
waktu sekitar 3-5 hari Kecamatan Suhaid adalah desa hasil pemekaran dari
kecamatan Semitau pada tahun 1996, Kecamatan Suhaid letak geografisnya berada
di persisiran Sungai Kapuas, yang berarti mayoritas pekerjaan masyarakat disana
adalah sebagai Nelayan. Nanga Suhaid adalah bersuku Melayu. Yang asalnya
notaben suku kapuas hulu adalah dayak karena kedatangan kaum pendatang atau
kaum melayu tersebutbsecara tidak langsung mendesak suku asli secara
berangsur-angsur semakin masuk ke pedalaman. Sperti kasus-kasus yang sama
terjadi pada mahasiswa-masiswa kecamatan Suhaid setiap pertama kali baru
menginjak dunia kampus, pasti dosennya selalu nanya,
A: ‘’Kamu suku apa ? “
B: “Saya suku Melayu buk !!” “
A: Ohh iyakah tapi kamu mirip Dayak” kata dosen tesebut
Sambil tersenyum saya berfikir dan berceria kekawan-kawan saat pulang
ke kosan, ternyata bukan saya saja yang pernah dikatakan seperti itu, namun
kawan-kawan yang lain juga pernah.
Jadi pada dasarnya suku Melayu kecamatan suhaid adalah suku akuan,
dikarena banyak yang beragama islam, jadi secara spontan kami mejawab kami
adalah melayu sejati.
Seperti pencitraa yag dibawa dari identitas laut da darat, bahwa laut
melambangkan kemajuan sementara darat melambangkan ketertinggalan. Seperti
masyarakat suhaid pada umumnya, masyarakat yang mengakuinya sebagai melayu
mereka bertempat tinggal di persisiran sungai kapuas sementara masyarakat
suhaid yang agamanya mayoritas katolik atau kristen mereka bertempat tinggal
didaratan tinggi, hal ini disebabkan dulunya penyebaran islam di Kapuas Hulu
berdatangan ke hulu-hulu sungai sehingga secara berangsur-angsur masyarakat
terpengaruh dengan budaya yang dibawa oleh islam tersebut, dan masyarakat yang
tidak terima atau yang tetap mempertahankan budayanya mereka pergi kedaratan
tinggi untuk tetap mempertahankan budayanya.
Dalam perkembangannya Nanga
Suhaid juga dikenal dengan “Bumi Arwana”, karena merupakan habitat asli dari
ikan arwana yaitu Sungai Tawang dan setiap perumahan pasti ada yang merawat
ikan Arwana baik didalam aquarium atau juga dibuat kolam ikan Arwana. Kecamatan
Suhaid merupakan daerah terbesar penangkaran arwana jenis super red. Para
penangkar arwana ini bisa dibilang orang-orang yang berpenghasilan tinggi,
karena dalam setahun para penangkar tersebut bisa menghasilkan ratusan juta
rupiah dari hasil penjualan anak arwana ke Pontianak yang di ekspor ke China
dan Jepang. Hal inilah yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Nanga Suhaid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar